FOMO: Bagaimana Teknologi Digital Mempengaruhi Kesehatan Mental dan Hubungan Sosial

FOMO (Fear of Missing Out) merujuk pada kekhawatiran atau rasa takut seseorang bahwa ia akan melewatkan sesuatu yang menarik atau penting, terutama dalam konteks kehidupan sosial dan teknologi informasi. Dampak FOMO pada kehidupan seseorang dapat bervariasi, namun pada umumnya dapat merugikan individu secara psikologis dan sosial.

Terdapat banyak riset penelitian tentang FOMO, terutama dalam bidang psikologi, sosiologi, dan teknologi informasi. Beberapa penelitian tersebut mencakup topik-topik seperti dampak FOMO pada kesehatan mental, perilaku konsumsi, interaksi sosial, dan penggunaan media sosial. Berikut ini adalah beberapa contoh riset penelitian tentang FOMO: Penelitian yang dilakukan oleh Przybylski dan Weinstein pada tahun 2017 menemukan bahwa FOMO terkait dengan peningkatan kecemasan, kebutuhan akan validasi sosial, dan peningkatan penggunaan media sosial. Penelitian oleh Andrew K. Przybylski dan Netta Weinstein yang diterbitkan pada tahun 2012 menemukan bahwa FOMO berkaitan dengan penggunaan media sosial yang lebih tinggi, dan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian oleh Kathryn A. Stamoulis dan rekan-rekannya yang diterbitkan pada tahun 2018 menemukan bahwa FOMO terkait dengan perilaku konsumsi yang lebih tinggi, termasuk pengeluaran yang lebih besar pada barang-barang mewah dan upaya untuk terus memperbarui gadget.

Secara keseluruhan, riset penelitian tentang FOMO menunjukkan bahwa fenomena ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, interaksi sosial, dan keseimbangan hidup individu. Namun, penggunaan media sosial yang tepat dan pemahaman tentang FOMO dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

Beberapa dampak negatif FOMO pada kehidupan antara lain:

1. Kecemasan dan tekanan: FOMO dapat menyebabkan kecemasan yang berlebihan dan tekanan pada individu untuk selalu terhubung dengan orang lain dan terus memeriksa media sosial. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan emosi dan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

2. Perasaan tidak puas: FOMO dapat menyebabkan individu merasa tidak puas dengan kehidupan mereka sendiri dan selalu ingin melakukan hal-hal baru dan menarik seperti yang terlihat di media sosial atau di lingkungan sosial mereka. Hal ini dapat mengganggu pencapaian tujuan hidup dan menyebabkan ketidakbahagiaan.

3. Kesulitan berkonsentrasi: FOMO dapat mengganggu kemampuan individu untuk fokus dan berkonsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang penting atau dalam berinteraksi dengan orang lain secara langsung.

4. Mengganggu kualitas tidur: FOMO dapat mengganggu kualitas tidur individu karena kecemasan dan dorongan untuk selalu terhubung dengan media sosial.

5. Menimbulkan ketergantungan: FOMO dapat mengakibatkan individu terus-menerus menghabiskan waktu mereka untuk memeriksa media sosial dan mengikuti kegiatan yang terlihat menarik, bahkan jika hal tersebut merugikan kegiatan penting lainnya atau kesehatan mereka.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi dampak negatif FOMO:

1. Batasi penggunaan media sosial: Mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial dapat membantu mengurangi kecemasan dan tekanan yang terkait dengan FOMO. Cobalah untuk membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial atau memutuskan koneksi internet untuk sementara waktu.

2. Fokus pada aktivitas yang bermanfaat: Mengalihkan perhatian dari media sosial dan fokus pada aktivitas yang bermanfaat dan menarik dapat membantu mengurangi perasaan tidak puas dan meningkatkan kesejahteraan mental.

3. Cari tahu apa yang penting bagi Anda: Mengetahui apa yang penting bagi diri sendiri dan fokus pada hal tersebut dapat membantu mengurangi keinginan untuk terus mengikuti tren dan kegiatan yang terlihat menarik.

4. Fokus pada interaksi sosial langsung: Mengalihkan perhatian dari interaksi sosial yang hanya berbasis online dan fokus pada interaksi sosial langsung dapat membantu mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan kualitas hubungan sosial.

5. Jangan bandingkan diri dengan orang lain: Menghindari perbandingan diri dengan orang lain dan fokus pada keunikan dan potensi diri sendiri dapat membantu mengurangi perasaan tidak puas dan meningkatkan kepercayaan diri.

6. Berlatih mindfulness: Berlatih mindfulness dapat membantu meningkatkan kesadaran dan mengurangi kecemasan dan tekanan yang terkait dengan FOMO.

7. Berbicara dengan orang lain: Berbicara dengan orang lain tentang perasaan FOMO dapat membantu meredakan perasaan dan memberikan perspektif yang lebih baik tentang situasi tersebut. 

Dengan melakukan beberapa cara di atas, dapat membantu mengurangi dampak negatif FOMO dan meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial individu.

Sebagai kesimpulan, FOMO merupakan fenomena sosial yang semakin umum terjadi di era digital saat ini. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, interaksi sosial, dan keseimbangan hidup individu. Namun, dengan mengenali dampak negatif FOMO dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perasaan tersebut, individu dapat menghindari efek buruknya dan meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak negatif FOMO meliputi membatasi penggunaan media sosial, fokus pada aktivitas yang bermanfaat, mengetahui apa yang penting bagi diri sendiri, fokus pada interaksi sosial langsung, menghindari perbandingan diri dengan orang lain, berlatih mindfulness, dan berbicara dengan orang lain. Dengan mengambil tindakan ini, individu dapat menikmati keuntungan dari teknologi dan media sosial tanpa merusak kesehatan mental dan hubungan sosial mereka.

Penulis : Dede Alpin

Sumber :

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841-1848.

Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social networking sites and addiction: Ten lessons learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), 311.

Elhai, J. D., Levine, J. C., Dvorak, R. D., & Hall, B. J. (2016). Fear of missing out, need for touch, anxiety and depression are related to problematic smartphone use. Computers in Human Behavior, 63, 509-516.

Lempert, K. M., & Clark, D. A. (2020). Fear of missing out (FOMO) in the digital era: A systematic review of FOMO and related constructs. Journal of Affective Disorders, 275, 438-448.

Chotpitayasunondh, V., & Douglas, K. M. (2016). How “phubbing” becomes the norm: The antecedents and consequences of snubbing via smartphone. Computers in Human Behavior, 63, 9-18.

Posting Komentar

0 Komentar