"People Pleaser" adalah seseorang yang cenderung selalu ingin memuaskan orang lain dan menghindari konflik dengan cara memberikan pengorbanan dan mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Sifat ini dapat berdampak buruk pada komunikasi dengan orang lain.
Salah satu dampak dari sifat "People Pleaser" adalah kesulitan dalam mengungkapkan pendapat atau keinginan secara jelas dan tegas. Ketika seseorang terlalu fokus pada keinginan orang lain, ia seringkali mengabaikan kebutuhan dan keinginannya sendiri, sehingga menjadi sulit bagi mereka untuk mengemukakan pendapat dengan jelas dan tegas. Hal ini dapat menyebabkan ketidakjelasan dalam komunikasi dan menyulitkan dalam mencapai tujuan bersama.
Selain itu, "People Pleaser" juga cenderung menghindari konflik dan merasa tidak nyaman dengan kritik atau masukan yang tidak menguntungkan. Ketika seseorang terlalu fokus pada keinginan orang lain, ia dapat merasa sulit untuk mengakui kekurangan atau kesalahan, sehingga sulit untuk menerima kritik atau masukan yang membangun. Hal ini dapat menghambat komunikasi dan memperburuk hubungan interpersonal.
Sifat "People Pleaser" juga dapat membuat seseorang merasa sulit untuk menolak permintaan atau tawaran yang tidak sesuai dengan keinginannya. Terkadang, ketika seseorang terlalu fokus pada keinginan orang lain, ia merasa sulit untuk menolak permintaan atau tawaran yang tidak sesuai dengan keinginannya sendiri, bahkan ketika itu dapat merugikan dirinya. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan stres, serta menghambat kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat.
Untuk mengatasi dampak sifat "People Pleaser" terhadap komunikasi, seseorang perlu belajar untuk lebih fokus pada kebutuhan dan keinginannya sendiri, serta mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dengan jelas dan tegas. Dengan demikian, seseorang dapat menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan bersama dengan baik. Selain itu, seseorang juga perlu belajar untuk menerima kritik atau masukan dengan positif dan terbuka, sehingga dapat mengembangkan diri dengan lebih baik.
Dalam konteks komunikasi interpersonal, sifat "People Pleaser" juga dapat mempengaruhi cara seseorang dalam membangun hubungan dengan orang lain. Karena terlalu fokus pada keinginan orang lain, seseorang dapat kehilangan identitas dan nilai diri sendiri, sehingga sulit untuk membangun hubungan yang sehat dan memuaskan.
Selain itu, sifat "People Pleaser" juga dapat mempengaruhi cara seseorang dalam mengekspresikan emosi dan mengelola konflik dalam hubungan interpersonal. Seseorang yang terlalu fokus pada keinginan orang lain cenderung mengekspresikan emosi secara tidak jujur atau memendamnya, dan sulit dalam mengelola konflik dalam hubungan interpersonal. Hal ini dapat memperburuk hubungan dan memicu ketegangan atau ketidaknyamanan dalam hubungan interpersonal.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus pada kebutuhan dan keinginannya sendiri dalam konteks komunikasi interpersonal. Seseorang juga perlu belajar untuk lebih terbuka dalam mengekspresikan pendapat dan emosi, serta mengelola konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan sendiri dalam konteks komunikasi interpersonal, antara lain:
1. Mengenali kebutuhan dan keinginan sendiri: Seseorang perlu mengenali kebutuhan dan keinginan sendiri agar dapat lebih fokus pada hal-hal tersebut dalam interaksi dengan orang lain.
2. Belajar untuk mengatakan "tidak": Seseorang perlu belajar untuk menolak permintaan atau tawaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan sendiri, tanpa merasa bersalah atau khawatir akan mengecewakan orang lain.
3. Mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dengan jelas dan tegas: Seseorang perlu belajar untuk mengungkapkan pendapat atau keinginan dengan jelas dan tegas, tanpa takut akan konflik atau keberatan dari orang lain.
4. Belajar untuk menerima kritik atau masukan dengan positif: Seseorang perlu belajar untuk menerima kritik atau masukan dengan positif dan terbuka, sehingga dapat mengembangkan diri dengan lebih baik.
Dalam kesimpulan, sifat "People Pleaser" dapat mempengaruhi komunikasi interpersonal seseorang dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan sendiri, serta mengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dengan jelas dan tegas, mengelola konflik dengan cara yang sehat dan konstruktif, dan menerima kritik atau masukan dengan positif.
Penulis : Dede Alpin
Sumber :
Hesse, C. (2016). People pleasing: An existential and psychodynamic perspective. International Journal of Existential Psychology and Psychotherapy, 6(1), 1-13.
Kowalski, R. M. (2001). Behaving badly: The hidden curriculum of people-pleasing and other maladaptive patterns. Canadian Journal of Counselling and Psychotherapy, 35(2), 98-110.
Laney, M. O. (2003). The introvert advantage: How to thrive in an extrovert world. Workman Publishing.
Lancer, D. A. (2014). Codependency for dummies. John Wiley & Sons.
Newman, J. R., & Floyd, K. (2012). The Dark Side of Interpersonal Communication. Routledge.
Smith, J. L., & Hantula, D. A. (2008). Methodologies for conducting research on individuals who are motivated to please. Motivation and Emotion, 32(3), 209-217.
Tyrell, J., & Williams, R. (2018). The people pleaser's guide to pleasing people: How to develop healthier relationships and stop being a pushover. New Harbinger Publications.
.jpeg)
0 Komentar