![]() |
Filsuf dikomen netizen |
Menyia-nyiakan masa kuliah dengan cara lebih banyak bermain2 . Banyak sekali oknum mahasiswa yang dengan mudahnya menyia-nyiakan masa kuliah mereka. Mereka mungkin pura2 lupa bila biaya kuliah itu mahal.
Ada banyak ‘jalan’ dilakukan oleh oknum mahasiswa untuk menyia2kan masa kuliah mereka diantaranya.
Nongki mulu. Banyak sekali oknum Mahasiswa yang suka nongki2 ngak karuan hingga lupa waktu dan bikin miris. Sebenarnya tak ada salahnya bila nongki, namun yang menjadi masalah bila terlalu sering.
Terlalu sibuk ‘bermain’ di Organisasi. Bergabung Dengan sebuah organisasi/Ukm merupakan suatu hal yang sangat positif bagi mahasiswa. Tapi seperti poin no1 tadi, banyak oknum Mahasiswa yang melalaikan kuliah mereka karena terlalu sibuk di organisasi.
Malas ngampus. Saya kadang tak habis fikri dengan oknum mahasiswa yang malas ngampus dengan berbagai alasan. Padahal seperti yang kita tahu, biaya kuliah itu mahal. Mereka yang malas ngampus seolah tidak menyadari bahwa diluar sana banyak anak kurang mampu yg ingin berkuliah seperti mereka, sekaligus bentuk kedurhakaan terhadap orang yg telah membayarkan uang kuliah mereka.
Sok-sokan Filsuf, ujungnya2 minjem seratus. Salah satu hal paling mengelikan dari kelakuan oknum Mahasiswa zaman sekarang ialah mereka yang berlagak filsuf, tapi tidak ada tindakan nyata.
Mereka berkoar tentang kebobrokan pemerintah/politisi, sementara mereka juga tak kalah bobroknya dalam ‘memainkan pilitik kampus’, merekalah calon okunum politisi busuk dikemudian hari. Karena politik kampus adalah miniatur politik di negeri ini. Dasar HANJING.
Mereka yang berkoar tentang kemiskinan, padahal jiwa mereka para oknum mahasiswa yang pemalas, suka ngebocot, lari dari tanggung jawab, menunda pekerjaan, suka mengeluh, dan minim aksi nyata adalah tanda bahwa mereka memiliki mental miskin.
Mereka yang berkoar tentang kemuliaan Agama hingga tengah malam, hingga akhirnya mereka bangun kesiangan dan tidak sholat subuh.
Mereka yang berkoar tentang Agnostik, padahal faktanya mereka hanyalah orang2 yang malas untuk beribadah.
Mereka berkoar tentang tingginya angka korupsi, disaat yang bersamaan mereka menggelapkan/merekayasa uang organisasi untuk kepentingan pribadi, MUN@FUCK. Sesunguhnya merekalah calon2 koruptor di masa mendatang. Atau yg lebih bikin miris mereka yang membohongi Ortu mereka agar dikirimin uang tambahan dengan alasan untuk keperluan kuliah, padahal mah untuk foya-foya.
Mereka yang doyan melakukan Demo. Boleh ikut demo jika memang ingin bersuara. Namun entah kenapa,makin kesini kelihatan demo hanya untuk kebutuhan instastory.
Mereka berkoar tetnang sistem pendidikan yang bobrok, padahal mereka hanyalah orang2 pemalas yang bahkan doyan bolos/malas mengerjaan tugas kuliah/praktikum/skripsi sehingga mereka butuh pembenaran untuk membela kemalasan mereka. Dengan Dalih.🐷 “Jangan ikut sistem, jangan mau jadi budak prodi’”. Dasar Idiot
Sok paling ngerti kehidupan. Mereka berkoar tentang kehidupan sambil meguutip kalimat motivasi2. Padahal hidup mereka bobrok. Ngutang tapi ngak mau bayar, malas usaha tapi doyan ngeluh, mimpi tinggi tapi nol aksi, banyak bacot tanpa bukti. Dan juga lalai dari tanggung jawab. F*CK
Dan yang paling menjijikan saat mereka berkoar tentang ‘UANG BUKAN SEGALANYA’. Oknum Mahasiswa sok Filsuf yang ngebacot tentang UANG BUKAN SEGALANYA, namun disisi lain mereka doyang ngutang, Dasar ASUUUUUUUUUUUUUUUlama_Suka_Dia.
Begitulah kira2
Ingat bapak2 di foto ini?
Mereka dulu juga Mahasiswa. Saat masaih muda, mereka lantang mengkritik ORBA dan juga mengecam KKN di masa ORBA.
Sekarang di era Reformasi mereka sudah jadi politisi HEBATLOH. Dan saya (No) Salut atas kEsUkSeSan mEreKA
Penulis: Wanndddd (Mantan Mahasiswa Yang tidak tamat S1)


0 Komentar